Narmadi Media

RF Output Power Produk Telekomunikasi, Penting Diatur Penggunaannya

24 August 2026 · Fakhri Adzhar · Terminologi

Kalau kita pernah menggunakan jaringan atau koneksi dari sebuah produk dan terasa sangat cepat, bisa jadi RF Output Power yang dihasilkan teknologi produk tersebut juga besar.

Namun sebelum diedarkan di Indonesia dan anda bisa merasakan manfaatnya, produk tersebut melewati pengujian RF terlebih dahulu.

Dalam proses ini, daya keluaran energi dalam sistem elektromagnetik, dalam hal ini gelombang radio, produk tersebut diukur.

Kita bisa menikmati performa koneksi atau jaringannya karena fitur telekomunikasi produk tersebut sudah melewati berbagai pengujian dan persyaratan yang ketat.

Bukan tanpa alasan. Kecepatan koneksi jaringan memang memanjakan pengguna. Namun, juga punya resiko yang justru bisa jadi bumerang buat penggunanya juga.

Apa Itu RF Output Power?

RF Output Power adalah daya keluaran gelombang radio fitur telekomunikasi sebuah produk. RF Output Power mengacu pada jumlah energi elektromagnetik yang ditransmisikan, diukur dalam watt atau desibel relatif terhadap satu miliwatt (dBm).

Karena menggunakan gelombang radio untuk mentransmisikan data dimana gelombang tersebut ada di udara bebas, produk yang memanfaatkannya untuk fitur telekomunikasi bisa kita sebut dengan produk wireless atau nirkabel.

Setiap produk telekomunikasi yang memanfaatkan teknologi gelombang radio untuk fitur telekomunikasinya, dalam proses Sertifikasi DJID wajib melakukan pengujian RF.

Salah satu parameter pengujian yang akan dinilai adalah RF Output Power ini.

Mengapa Ini Penting?

Penilaian RF Output Power sangat penting buat produk telekomunikasi. Karena ini bisa mempengaruhi kinerja produk dan kepuasan pengguna saat menggunakannya.

1. Mempengaruhi Kecepatan Data

Seperti yang dijelaskan di awal, umumnya kekuatan RF Output Power yang semakin besar membuat kecepatan transmisi data juga semakin cepat.

Dengan adanya dorongan dari sistem perangkat, maka gelombang radio yang didalamnya terdapat data atau informasi itu bisa bergerak lebih cepat.

2. Manajemen Resiko Interferensi

Namun, pelaku usaha atau industri juga tidak bisa asal membuatnya besar. Karena semakin besar RF Output Power dan transmisi data semakin cepat, lebih rentan interferensi.

Hal ini karena karakteristik gelombang yang terjadi. Semakin cepat transmisi data, semakin pendek panjang gelombangnya. Sementara gelombang yang pendek lebih mudah terhalang.

3. Manajemen Daya

Prinsip dalam fisika menjelaskan, semakin besar kekuatan yang dihasilkan, semakin banyak energi yang digunakan.

Ini juga berlaku pada RF Output Power. Semakin besar dayanya, tentu membutuhkan sumber energi yang besar juga.

Sumber daya produk baik dari baterai atau sumber listrik langsung tentu akan terkuras. Pada baterai, jadi cepat habis. Pada sumber listrik langsung, boros pemakaian.

Ini juga penting dipertimbangkan pelaku industry. Karena percuma kecepatan jaringan atau koneksi tinggi tapi boros baterai atau listrik. Pengguna juga akan mempertimbangkan hal ini.

4. Kepatuhan Regulasi

Sertifikasi DJID tujuannya adalah untuk memastikan pengguna aman menggunakan produk serta produk tersebut tidak mengganggu fungsi produk lain ketika digunakan.

Karena itu, semua hal yang mempengaruhi pemancaran gelombang radio akan diuji dan dinilai. Karena pemancaran gelombang radio ini, kalau tidak diatur, bisa bertabrakan dengan pancaran gelombang radio dari produk lain.

Hasilnya, pengguna dirugikan karena tidak bisa menggunakannya secara maksimal. Selain itu, produk lain yang terdampak juga mengalami kerugian karena bisa dinilai kualitasnya tidak baik oleh pengguna padahal bukan begitu kenyataannya.

Regulasi Kewajiban Melakukan Pengujian

Seperti disebutkan, semua produk telekomunikasi RF dalam proses sertifikasi DJID wajib melakukan pengujian RF dimana salah satu penilaiannya adalah RF Output Power.

Kewajiban ini tertuang dalam setiap standar teknis pengujian sesuai dengan fitur telekomunikasi yang terdapat pada produk tersebut.

Standar teknis ini biasanya dibuat berdasarkan teknologi telekomunikasi RF yang dipakai. Atau bisa juga kelompok produk dengan teknologi RF tertentu.

Disini, kami akan memberikan beberapa contoh standar teknis tersebut berikut batasan RF Output Power yang wajib dipenuhi produk dari masing-masing standar tersebut.

1. Produk WiFi

Wifi adalah salah satu jenis teknologi jaringan RF untuk tempat pengguna mengakses internet. Produk WiFi ini termasuk kategori teknologi Radio Local Area Network atau RLAN.

Dalam sertifikasi DJID, pengujian produk yang menggunakan teknologi RLAN seperti WiFi ini diatur dalam Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2025.

Batasan RF output power yang wajib dipenuhi produk tersebut adalah sebagai berikut:

Batasan RF Output Power RLAN

2. Produk IoT

IoT atau Internet of Things merujuk pada sistem koneksi antar perangkat dengan jaringan internet untuk memudahkan penggunanya. Contoh paling umum digunakan pada sistem smart home.

Berbagai teknologi yang digunakan untuk sistem IoT ini antara lain LoRaWAN, SigFox, LTE-M dan NB-IoT. Sementara teknologi-teknologi jaringan ini termasuk ke dalam teknologi jaringan nirkabel Low Power Wide Area (LPWA) Network.

Sementara standar teknis yang digunakan dalam pengujian produk yang memanfaatkan LPWAN sebagai fitur koneksinya merujuk pada Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2024.

Batasan RF Output Power yang diatur dalam standar teknis tersebut adalah sebagai berikut:

Batasan RF Output Power LPWAN

Parameter Pengujian Lain

Perlu dipahami, RF Output Power hanya salah satu parameter persyaratan dalam pengujian produk RF. Ada parameter lain frequency range, spurious emission, bandwidth, dan lainnya.

Produk telekomunikasi RF harus memenuhi semua persyaratan setiap parameter tersebut. Jadi meskipun RF Output Powernya sesuai tapi, missal, spurious emissionnya tidak, tetap saja dinyatakan tidak lulus pengujian. Permohonan sertifikasi DJID pun akan ditolak.

Tak hanya itu, selain pengujian RF, produk telekomunikasi juga wajib melakukan pengujian lain jika fitur telekomunikasinya diwajibkan pengujian-pengujian tersebut.

Pengujian-pengujian tersebut antara lain pengujian EMC, pengujian electrical safety (jika produk menggunakan kabel sebagai sumber dayanya), pengujian laser safety (jika juga ada fitur laser), dan pengujian SAR (khusus produk ponsel dan tablet).

Setiap jenis pengujian tersebut memiliki parameter persyaratan yang dipenuhi. Anda bisa membaca di artikel kami yang lain atau menonton video-video di youtube kami untuk keterangan lebih lengkap.

Lanjutkan belajar

Urus sertifikasi DJID produk Anda

Tim Narmadi membantu proses Sertifikasi DJID (Postel) dari dokumen sampai sertifikat terbit.